Pengalaman SFH (3): Kesan SFH dan Hadiah untuk Anak

Sekolah di rumah (School from home, SFH) bisa dibilang gampang-gampang susah, tergantung kondisi masing-masing. Dari pengalaman kebanyakan, SFH bukan hal yang mudah, baik itu untuk sekolah, guru, anak, maupun orang tua. Namun, kondisi ini saat ini tidak bisa dihindari. Di Indonesia, SFH sudah berjalan kurang lebih 1 tahun, banyak cerita suka duka yang kudapat dari keluarga, teman, ataupun media. Di Belanda, cukup terkendali, dengan penerapan aturan lockdown yang sangat ketat, juga aturan-aturan yang sangat jelas terkait dengan penanganan dan antisipasi virus corona ini.

Sudah 1 tahun pandemi virus corona terjadi, anak-anak sekolah dasar baru 2 kali menjalani sekolah di rumah. Lama sekolah di rumah pun hanya sekitar 1 bulan. Untuk beberapa orang tua, terutama yang tidak selalu bisa membersamai anak, juga yang memiliki anak lebih dari 1 dengan level kelas yang berbeda-beda, tentu mengalami kesulitan lebih. Fasilitas sekolah di rumah bukanlah masalah besar, karena internet di sini yang memadai, juga adanya bantuan fasilitas dari pemerintah maupun sekolah, misal pinjaman laptop jika orang tua tidak memiliki gadget cukup untuk sekolah di rumah.

Kesulitan terbesar, umumnya adalah komunikasi antara rumah dengan sekolah, terutama guru, misal tidak sampainya informasi yang jelas dari sekolah kepada orang tua, bisa jadi karena orang tua yang tidak terlalu paham untuk mengakses saluran informasi ke sekolah atau guru yang terlambat menyampaikan informasi ataupun ketidakjelasan dari guru dalam menyampaikan informasi. Kesulitan lain, jika orang tua memiliki anak dengan kelas yang berbeda, juga kondisi anak yang bisa jadi masih sulit diajak bekerja sama tentang kedisiplinan dalam menjalankan sekolah di rumah.

Meskipun begitu, baik sekolah maupun orang tua berusaha bekerja sama untuk mewujudkan sekolah di rumah ini jadi salah satu alternatif sarana pendidikan untuk anak, terlebih di masa pandemi ini. Sekolah memberikan dukungan dan semangat, juga bantuan yang memungkinkan diberikan kepada orang tua yang mengalami kesulitan tertentu. Grup WA orang tua murid biasanya berisi informasi-informasi kelas anak saat itu hingga kata-kata untuk saling memotivasi antar-orang tua. Sering kali jika sudah ada orang tua yang terlalu capek dengan agenda sekolah di rumah, banyak curhatan-curhatan yang dituliskan di grup WA, dan jadi sarana hiburan tersendiri untuk kami 🙂

Sekolah di rumah dijalani anak-anak dari tanggal 4 Jan 2021 hingga 5 Feb 2021. Seharusnya hari Senin, 8 Februari 2021, anak-anak masuk sekolah kembali. Namun, karena hari kedua turun salju, udara sangat dingin, jalanan licin, dan bahaya untuk kendaraan melintas, maka kembali anak-anak sekolah online lagi. Hari berikutnya, Selasa, 9 Februari 2021, anak-anak masuk sekolah kembali. Banyak orang tua murid merasa lega, akhirnya anak-anak bisa sekolah di ruang kelasnya. Meskipun banyak juga yang masih was-was mengingat virus ini masih menular dan munculnya varian virus baru dengan penularan yang relatif lebih cepat.

Selama sekolah di rumah, aku memberikan banyak apresiasi kepada anakku, untuk usahanya, kedisiplinannya, juga rasa nyaman yang berusaha dimunculkan saat mengikuti sekolah online. Perasaannya juga salah satu hal yang sering kutanyai selama sekolah di rumah ini. Anakku sering merasa lebih suka sekolah di rumah karena menikmati bisa sekolah di rumah bersama ibunya, juga waktu sekolah yang lebih cepat. Tetapi, anakku kurang suka tentang sekolah yang harus online, menggunakan internet, tidak bisa langsung bertemu guru dan teman-temannya.

Seperti yang kuceritakan di sini, alhamdulillah tidak banyak kendala yang terjadi selama SFH. Sekolah di rumah sekitar 4 jam, tentu saja cukup singkat, dibandingkan dengan jadwal sekolah pada saat tidak lockdown, yang bisa sampai sore jam 15.15. Meskipun demikian, belajar di depan layar tentu saja menimbulkan kejenuhan dan rasa capek, baik mata, fisik, maupun otak. Masalah yang umum terjadi pada anakku sebenarnya hanyalah konsentrasi terutama di 2 jam terakhir. Atau rasa jenuh karena pelajaran saat itu dirasa anakku mudah sekali, dan anakku ingin yang lebih menantang. Jika untuk pelajaran aku tidak terlalu banyak mengingatkan, namun untuk konsentrasi ini aku perlu sering mengingatkan. Karena, jika sudah jenuh, anakku menjadi lebih tertarik bermain laptop (layar) daripada mendengarkan gurunya, walaupun anakku bilang penjelasan gurunya tetap masuk.

Alhamdulillah, anakku cukup bisa melalui sekolah di rumah ini dengan baik. Selama 1 bulan sekolah di rumah, tugas – tugas terselesaikan dengan baik dan tepat waktu, bisa kerja sama dengan baik jika aku ingatkan, bisa diajak kerja sama menggunakan waktu 4 jam tadi untuk fokus pada agenda sekolah dan mengerjakan tugas dari guru.

Untuk usaha dan kerja kerasnya selama sekolah di rumah, aku memberikan hadiah berupa sertifikat, yang kubuat sendiri. Anakku senang sekali mendapatkannya. Meskipun sederhana, namun bisa membuat anakku merasa bahagia. Sertifikat ini untuk mengapresiasi usahanya selama mengikuti sekolah di rumah.

Di bagian tengah itu aku isi dengan nama anakku

Di hari terakhir SFH, sekolah pun memberikan apresiasi kepada orang tua dan murid untuk kerja kerasnya selama sekolah di rumah. Ucapan terima kasih dan perhatian disampaikan kepala sekolah dan guru untuk para orang tua murid yang membersamai anak sekolah di rumah. Kondisi sulit ini, perlu kerja sama untuk saling menguatkan, hingga keadaan kembali normal.

Pengalaman Anak Sekolah di Rumah (2)

Tulisan ini dibuat untuk melanjutkan postingan yang ini. Dikarenakan lockdown di Belanda yang dilkaukan sejak bulan Desember 2020, maka sekolah pun tutup, untuk menekan angka penyebaran virus corona yang semakin meningkat. Sehingga, anak-anak sekolah di rumah secara online.

Anak-anak memulai sekolah di rumah sejak 4 Januari, dan diagendakan hingga 15 Januari. Semua anak harus sekolah di rumah, kecuali untuk anak-anak yang tidak memungkinkan sekolah di rumah, maka sekolah menyediakan ruangan di sekolah dengan guru pendamping. Meskipun belajar di sekolah, anak-anak ini tetap mengikuti pelajaran online. Guru kelas yang mengajar saat itu bisa melakukan pelajaran online di rumah, atau jika diperlukan, bisa ke sekolah.

Rumah pun bisa menjadi tempat sekolah untuk anak

Anak-anak yang diizinkan ke sekolah adalah anak dari orang tua yang perlu bekerja di luar rumah, dan tidak mungkin meninggalkan anak di bawah umur (usia SD), sendirian di rumah. Maka, sekolah pun memberikan izin untuk anak datang ke sekolah. Orang tua perlu mendaftar dulu untuk didata oleh sekolah. Orang tua ini perlu menunjukkan bukti bahwa saat itu perlu bekerja di luar rumah, bisa didapat dari tempatnya bekerja. Umumnya, ini berlaku untuk orang tua yang memiliki pekerjaan vital, seperti, dokter, perawat, petugas kebersihan, dan sejenisnya. Orang-orang yang memang tidak memungkinkan melakukan pekerjaannya di rumah.

Selama sekolah, guru secara berkala mengirimkan agenda kegiatan kelas hari itu, pelajaran apa saja yang akan diikuti anakku bersama teman sekelasnya untuk dilakukan di ruang google meet. Agenda terakhir sekolah di rumah adalah tanggal 15 Januari, kemudian 18 Januari atau 19 Januari anak-anak bisa kembali belajar di sekolah. Namun, setelah melihat tren corona yang belum menurun juga, bahkan meningkat, terlebih ada varian baru dari UK, maka pemerintah memutuskan masa lockdown diperpanjang, mengakibatkan sekolah di rumah pun diperpanjang. Sekolah di rumah dilanjutkan hingga 5 Februari 2021.

Metode yang digunakan oleh guru selama sekolah online ini, guru membuka kelas, anak-anak membaca buku pilihan masing-masing selama 15 – 30 menit, kemudian guru memulai pelajaran dengan menjelaskan materi pelajaran saat itu, selanjutnya anak-anak mengerjakan tugas yang sudah diberitahukan oleh guru di jadwal harian.

Walaupun sudah diberitahukan di agenda harian sekolah, tugas ini hanya boleh dikerjakan di ruang kelas hari itu, jika belum selesai baru boleh dilanjutkan setelah jam sekolah berakhir, tidak sebelum hari pemberian tugas. Jika saat pengerjaan tugas,anak bisa selesai sebelum waktu yang diberikan habis, maka anak-anak mengerjakan secara mandiri latihan-latihan yang sudah disusun oleh guru di website yang telah disediakan dari sekolah.

Sesi pertama berlangsung dari jam 8.30 – 10.30, setelah itu anak-anak istirahat, kemudian dilanjutkan jam 11.00 – 13.00, dimulai dengan guru mengajak anak-anak untuk melakukan olahraga ringan. Ada 2 guru yang mengajar anakku di hari yang berlainan. Metode yang dilakukan oleh 2 guru ini bisa berbeda, juga agenda yang dilakukan, tetapi susunan mata pelajaran harian tetap sama.

Anakku baru kelas 1 SD saat ini, hanya ada 4 pelajaran di sekolahnya, yaitu matematika, bahasa, agama, dan olahraga. Untuk sekolah online ini, hanya dilakukan 2 pelajaran, yaitu matematika dan bahasa, sedangkan pelajaran agama diberikan menggunakan video online, di mana guru bercerita tentang kisah para nabi kemudian anak-anak mendapat tugas yang harus dikumpulkan dalam waktu 4-5 hari. Untuk pelajaran olahraga ditiadakan, hanya guru kelas mengajak anak-anak olahraga ringan saat memulai kelas, di mana waktunya disesuaikan guru dengan jam pelajaran waktu itu, jika memungkinkan.

Selama sekolah online, agar guru bisa konsentrasi menjelaskan materi, dan memperhatikan semua anak, maka anak-anak diminta untuk selalu mengaktifkan kamera dan mematikan mikrofon. Mikrofon boleh nyala dalam kondisi diperlukan, misal ada anak yang ingin bertanya, atau guru meminta anak bicara atau menjawab pertanyaan. Ruang chat juga hanya dipakai jika diperlukan. Saat isitrahat, maka bisa bebas, kamera boleh dimatikan atau dinyalakan, mikrofon pun boleh selalu nyala, terutama agar anak-anak bisa bicara sesamanya, jika mau. Ngobrol antar anak selama istirahat ini bisa jadi mengurangi ‘rasa kangen’ anak kepada teman-teman sekelasnya, walaupun di beberapa orang tua murid yang ikut membersamai anak belajar, suasana ini cukup memusingkan, melihat semua anak ingin bicara dan bercerita dengan teman-temannya.

Aturan mengenai kamera, mikrofon, dan ruang chat ini diberikan oleh guru, karena di hari-hari pertama sekolah online, ada beberapa kejadian yang menganggu kelas. Antara lain, banyak anak yang justru bicara antar sesamanya saat pelajaran sudah dimulai, atau berebutan ingin bicara atau bertanya dengan gurunya, bahkan kadang suara dari rumah si anak terdengar di kelas. Kamera harus selalu menyala saat kelas, agar guru bisa melihat anak-anak apakah ada di tempatnya, mengerjakan tugas, atau justru melakukan hal lain. Pernah satu hari, anak-anak tidak terkontrol, kemudian guru meninggalkan ruang google meet dan membuat kode baru, hanya anak yang patuh peraturan (kamera nyala, mikrofon mati) saja yang diizinkan masuk kelas. Dengan cara ini, anak-anak menjadi lebih patuh.

Tidak banyak kendala yang kuhadapi, karena sejak awal memang sudah kubicarakan dengan anakku, agar mandiri saat sekolah. Ini membantunya untuk lebih konsentrasi daripada setiap kali bertanya padaku, sehingga justru tidak memperhatikan gurunya. Sebelum masa-masa sekolah online, aku mengajak bicara anakku, memberikan penjelasan, bahkan kita praktik menggunakan google meet, sehingga di hari sekolah online, sudah siap. Biasanya malam hari atau pagi sebelum sekolah, aku ajak anakku melihat jadwal hariannya, juga mempersiapkan peralatan yang akan digunakan. Selesai sekolah, anakku merapikan barang-barangnya dan menyiapkan peralatan untuk hari esok. Ini memudahkan dalam hal kesiapan belajar online. Tentu saja, aku pun mendampingi jika anakku kesulitan, juga untuk mengecek tugas-tugas dari guru.

Laptop dan alat tulis teman sehari-hari sekolah di rumah

Sejak awal, aku meminta anakku untuk berusaha menyelesaikan tugas saat masih jam pelajaran, sehingga aku pun bisa mengecek pengerjaannya saat itu juga. Jika ada yang perlu diperbaiki atau ada penjelasan tambahan yang dibutuhkan, bisa menggunakan waktu selesai kelas. Alhamdulillah anakku bisa melakukannya, sehingga hanya dibutuhkan sedikit waktu saja selesai kelas untuk aku memberikan penjelasan tambahan atau koreksi pengerjaan tugasnya. Untuk tugas pelajaran agama, biasanya diberikan setiap hari Kamis, dan hari Senin batas akhir pengumpulan tugasnya melalui email guru agama. Aku membuat kesepakatan dengan anakku, untuk berusaha menyelesaikan tugas itu akhir pekan, bisa mulai menyiapkan dan mengerjakan tugasnya mulai hari Jumat. Cara ini membuat anakku lebih punya banyak waktu menyelesaikan tugasnya dan kukirimkan ke email gurunya hari Ahad, sehingga tidak terburu-buru atau terlupa.

Kendala yang dihadapi anakku hanyalah rasa jenuh dan capek saat mengikuti sekolah online. Jika dibandingkan dengan jadwal sekolah biasa hari Senin, Selasa, dan Kamis dari jam 8.30 hingga jam 15.15, hari Rabu hingga jam 13.00, dan Jumat hingga jam 12.15 atau jam 12.45, maka sekolah online yang hanya 4 jam ini (Senin – Jumat) sebenarnya cukup singkat. Bedanya, jam sekolah dimampatkan, lebih banyak duduk di depan laptop, dengan waktu istirahat hanya 30 menit tanpa sempat bermain-main dulu. Biasanya hanya dipakai untuk makan buah, cemilan, dan minum, kadang mengerjakan yang lain, atau jika ingin, anakku kembali ke depan laptop untuk bicara dengan temannya.

Maka, capek mata, fisik, dan otak cukup dirasa oleh anakku. 2 jam pertama masih segar mengikuti pelajaran, 2 jam sisanya sudah mulai merasa bosan, sehingga sering kali justru perhatiannya pada hal-hal lain, walaupun alhamdulillah tetap bisa mengikuti penjelasan guru. Hanya di 2 jam terakhir ini biasanya aku perlu sering mengingatkan untuk tetap konsentrasi, tidak banyak bermain-main dengan layar. Setelah selesai sekolah, aku berikan apresiasi kepada anakku atas kerja kerasnya dan usahanya mengikuti sekolah di online. Alhamdulillah tetap semangat mengikuti sekolah online setiap harinya.

Membuat Gunung Berapi di Rumah

Gunung Berapi Meletus

Bermain membuat gunung berapi adalah salah satu kegiatan libur musim dingin akhir tahun lalu bersama anakku usia 6 tahun. Untuk mengisi waktu libur dengan kondisi pandemi, sehingga tidak bisa kemana-mana, maka aktivitas ini cukup membuat seharian penuh keseruan untuk anakku. Gunung berapi ini mudah dibuat, dengan alat sederhana, sehingga bisa jadi aktivitas yang mudah dan menyenangkan bersama anak-anak.

Bagaimana cara membuatnya? Yuk, simak berikut ini 🙂

Material:

Bahan Gunung:

  1. Bak lebar
  2. Botol (kami pakai botol air mineral)
  3. Kertas (kami pakai kertas koran)
  4. Clay (plastisin)
  5. Selotip (perekat)

Bahan Letusan Lava:

  1. Cuka
  2. Soda
  3. Pewarna

Cara:

Langkah pertama, membuat gunung berapi.

  1. Letakkan botol di wadah lebar. Agar tidak bergeser, bisa ditempel dengan selotip.
  2. Tutup botol dengan kertas koran untuk membentuk gunung. Ruangan kosong di dalam kertas koran bisa diisi dengan gulungan kertas koran.
  3. Lapisi kertas koran dengan clay.
Susunan gunung sebelum semua bagian ditempel clay

Sekarang, langkah selanjutnya menyiapkan letusan lavanya.

Campurkan cuka dengan pewarna. Kami menggunakan pewarna makanan warna merah.

Masukkan soda ke dalam lubang gunung dalam jumlah banyak. Kami menuangkan sekitar 15 – 20 sendok makan penuh soda.

Tuangkan cuka yang telah diberi warna ke dalam lubang gunung. Tunggu beberapa saat hingga soda dan cuka bereaksi, setelah itu akan keluar letusan gunung (lava). Jika tidak juga keluar, maka soda kurang banyak, bisa ditambahkan, kemudian tuang lagi cuka.

Ulang-ulang menuang cuka dan soda, maka lava akan keluar terus menerus.

Anak-anak suka sekali ketika percobaan ini berhasil dan tertarik untuk mencoba terus sampai lava keluar terus menerus dari gunung. Selamat mencoba 🙂

Pengalaman Membersamai Anak SFH (1)

Ini kali kedua membersamai anak sekolah dari rumah. Pertama kali adalah di sekitar bulan Maret 2020, saat Belanda lockdown pertama kali. Saat itu aku belum membuat blog ini jadi belum kutuliskan pengalamanku disini :). Di bulan Maret itu, anakku berada di grup 2 atau kalau menurut sistem pendidikan di Indonesia, TK. Aktivitas sekolah saat itu sudah terjadwal dari gurunya, di mana sekolah menyediakan beberapa peralatan untuk bisa digunakan di rumah. Sehingga aku hanya perlu membantu anak untuk menyiapkan peralatan yang belum ada, kemudian mempersiapkan kebutuhan sekolah hari itu.

Guru meminta orang tua memfoto atau memvideokan aktivatas harian anak kemudian dikirim ke grup atau ke guru secara personal. Namun, aktivitas ini tidak wajib dikirimkan pada guru. Bahkan, orang tua dan anak bisa melakukan aktivitas atau kreativitas sendiri yang lebih nyaman, tidak harus selalu sesuai dengan jadwal sekolah. Sejauh tujuan aktivitas itu baik untuk perkembangan anak. Guru juga sudah mengirimkan tujuan akhir kemampuan anak apa saja yang perlu dimiliki oleh anak grup, untuk nantinya bisa ke grup 3 (kelas 1 SD). Minimal 1 kali per pekan guru akan menelepon anak dan memastikan sejauh mana kemampuan anak berkembang untuk kebutuhan sekolahnya.

Welcome Back SFH

Kali ini, lockdown kedua, SFH yang kedua unuk anakku yang sudah grup 3 (kelas 1 SD). Aktivitas SFH berbeda jauh dengan saat masih grup sebelumnya (TK). Sebelum SFH, anak-anak libur musim dingin selama 2 minggu, dan dalam pekan liburan itu, secara bertahap, melalui aplikasi (website), guru mengirimkan petunjuk bagaimana SFH akan dilakukan. Beberapa poin yang disampaikan sekolah dan guru terkait SFH antara lain, peran orang tua yang diharapkan, peralatan yang dibutuhkan anak saat SFH, jadwal harian selama SFH, dan pola komunikasi yang bisa dilakukan antara orang tua dengan guru atau pihak sekolah.

Sekolah mengharapkan orang tua memastikan anaknya mengikuti SFH pada jadwal yang sudah ditentukan. Meskipun di rumah, tetapi SFH ini tetap dihitung sebagai hari aktif sekolah. Jika tidak bisa mengikuti, maka memberi tahu guru kelas dengan mengatakan alasannya, misal sakit atau yang lain. Jika tidak hadir tanpa alasan selama 3 hari, maka pihak sekolah akan menelepon orang tua untuk memastikan kondisi si anak dan ketidakhadirannya. Jika pihak sekolah tidak bisa menghubungi orang tua, maka akan dikirim surat peringatan ke rumah. Jika masih juga tidak bisa dihubungi, atau sudah diperingatkan tetapi kondisi masih berulang, maka pihak sekolah akan melakukan tindakan tertentu, bahkan bisa jadi kepala sekolah yang akan menindak sendiri kondisi ini.

Kalau ada tugas-tugas sekolah yang perlu dikumpulkan, maka sekolah mengharapkan orang tua ikut mengecek dan mengingatkan anak. Jika pengumpulan tugas telat 2 hari dari jadwal, maka pihak sekolah akan menghubungi orang tua untuk memastikannya. Jika tidak ada alasan yang memberatkan, maka pihak sekolah memberi peringatan untuk bisa memperbaiki kondisi itu. Jika tidak ada perbaikan, maka akan ada tindakan tertentu.

Secara umum, tugasku sebagai orang tua, hanyalah memastikan anak siap dengan SFH, membantu anak menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan, jika tidak bisa hadir hari itu karena sakit misalnya, maka memberi tahu sekolah (guru) melalui aplikasi. Jika ada tugas yang perlu dikerjakan dan dikumpulkan, mengingatkan sejauh mana anakku bisa melakukannya secara mandiri.

School From Home

Mengenai peralatan yang dibutuhkan untuk menjalani SFH, sudah diberitahu dan diberikan oleh guru saat hari terakhir sekolah sebelum libur musim dingin. Guru sudah memberikan buku-buku yang akan digunakan saat SFH. Untuk anak-anak yang tidak memiliki laptop, sekolah memberikan pinjaman.

SFH dilakukan dengan google meet. Sekolah sudah membuatkan akun google untuk digunakan anak selama SFH. Link google meet akan diberikan guru kelas 5-10 menit sebelum jadwal harian dimulai. Sekolah dilakukan setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 13.00, jadi hanya sekitar 4 jam per hari. Untuk hari Jumat bahkan lebih singkat, sekolah diakhiri pukul 12.00. Jadwal harian kegiatan, pelajaran, dan halaman berapa dari buku materi yang akan dilakukan hari itu, sudah dikirimkan guru beberapa hari sebelum SFH dimulai. Video-video pendukung pembelajaran yang akan diputar saat SFH pun telah dikirimkan oleh guru.

Maka, sekitar 1 – 2 hari sebelum SFH, aku membantu anakku untuk mempersiapkan SFH juga melatih anakku untuk menggunakan google meet. Harapannya, anakku sudah familiar dengan google meet dan bisa mengoperasikannya secara mandiri. Saat SFH, tentu guru mengharapkan orang tua untuk mendampingi anak dan membantu jika anak membutuhkan. Hanya saja, lebih nyaman buatku dan anakku jika bisa mandiri saat SFH berlangsung.

Sebelum SFH dimulai, sekolah mengirimkan tata cara untuk orang tua dengan sekolah, khususnya dengan guru dapat berkomunikasi dengan lancar. Komunikasi dilakukan pihak sekolah dan guru melalui website (aplikasi) yang bisa diakses oleh semua orang tua, sehingga tidak ada komunikasi lewat telepon ataupun whatsapp.

Aku tidak memiliki nomer telepon guru anakku. Guru juga tidak perlu mengumumkan nomor hp pribadinya ke orang tua. Jika orang tua ingin meminta penjelasan atau bertanya kepada guru atau sekolah, bisa mengirim pesan melalui aplikasi itu. Bahkan, jika ingin berkomunikasi lewat telepon, janji bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. Orang tua tidak bisa menelepon guru tanpa janji terlebih dahulu, pastinya ini nyaman juga untuk guru, karena aktivitasnya kan tidak hanya mengurusi murid, tetapi juga ada kehidupan pribadinya.

Sekolah bahkan memberikan peraturan agar orang tua tidak menghubungi guru saat jadwal sekolah sedang berlangsung. Pihak sekolah mengharapkan saat guru sedang mengajar melalui google meet, tidak ada gangguan. Kecuali untuk pertanyaan mengenai kesulitan masuk google meet, orang tua bisa langsung mengirimkan pesan kepada guru.

5-10 menit sebelum jadwal sekolah dimulai, guru mengirimkan tautan (link) kode melalui aplikasi untuk anak dapat masuk ke google meet menggunakan akun gmail yang sudah dibuatkan oleh guru. Guru menunggu semua anak untuk bisa bergabung, maka orang tua yang anaknya kesulitan bergabung bisa mengirimkan pesan kepada guru. Jika orang tua ingin menghubungi guru, mengirimkan pesan yang lain, maka tunggu hingga guru selesai mengajar, yaitu setelah jam 13.00. Jika orang tua mengalami kesulitan dalam menghubungi guru ataupun pihak sekolah melalui aplikasi, maka ada email sekolah yang bisa digunakan, bahkan bisa melalui telepon sekolah.

Sejauh ini, belum ada masalah yang aku alami dalam membersamai anak SFH. Jadwal SFH dimulai 4 Januari 2021 sampai tanggal 15 Januari 2021. Hanya selama 2 minggu, di masa lockdown ini, kecuali ada perubahan peraturan yang memperpanjang SFH.

Membuat Kertas Daur Ulang

Beberapa waktu yang lalu, untuk mengisi liburan sekolah anak, kami mendaur ulang sampah kertas di rumah. Untuk percobaan pertama, hasilnya lumayan, bisa digunakan sebagai kertas gambar.

Inilah tahapan yang kami lakukan dalam mendaur ulang kertas.

Alat:

  1. Gunting.
  2. Wadah.
  3. Blender.
  4. Cetakan: untuk cetakan, kami membuat sendiri dari rangka pigura. Rangka pigura (dari kayu) kami lepas, hanya dipakai rangka kayunya saja. Kemudian lapisi rangka tadi dengan kain tipis/kain kelambu.
  5. Kain yang menyerap air/handuk.
  6. Spons.
  7. Setrika.
  8. Alat pemberat.
cetakan pembentuk kertas

Bahan:

  1. Kertas bekas/tidak terpakai. Kami menggunakan kertas iklan dari supermarket.
  2. Air.

Cara Membuat:

  1. Gunting/sobek kecil kertas yang akan didaur ulang.
  2. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air.
  3. Blender hingga halus menjadi bubur kertas. Jangan sampai ada kertas yang masih kasar, bisa menyebabkan kertas sulit tercetak.
  4. Siapkan wadah berisi air yang banyak.
  5. Tuangkan bubur kertas ke dalam wadah berisi air tersebut.
  6. Masukkan cetakkan ke dalam wadah no 5. Pastikan bubur kertas merata di cetakan.
  7. Letakkan cetakan pada kain yang menyerap air/handuk. Buka penutup luar cetakan. Ambil air pada bubur kertas yang tercetak dengan spons. Jika spons terisi air, peras, hingga spons kering lagi. Jika perlu, ulangi kurangi air pada bubur kertas yang tercetak, hingga air yang ada tidak banyak lagi.
  8. Balik cetakan pada kain yang akan dipakai mengeringkan. Hati-hati ketika membalik, karena bubur kertas masih lengket, sehingga mudah sobek.
  9. Tutup kain yang telah ada kertas tercetaknya, setrika bagian atas kain, sehingga membantu kertas cetakan lebih cepat kering.
  10. Ulangi langkah 6 – 9 hingga sebanyak berapa kertas daur ulang yang ingin dicetak.
  11. Beri alat pemberat di atas kain yang menutupi kertas tercetak terakhir. Hal ini dilakukan agar kertas yang telah kering tidak melengkung dan tetap lurus. Keringkan tumpukan cetakan kertas tersebut.

*Karena ini proyek liburan anak, maka kami lakukan berdua. Dalam persiapan, kami lakukan bersama, sedangkan saat mencetak kertas, aku lakukan terlebih dahulu, sebagai contoh. Kemudian anakku melakukannya sendiri. Tahapannya mudah untuk dilakukan oleh anak umur 6 tahun. Untuk tahapan awal memang masih perlu dibantu, namun setelah melakukan sekali-dua kali, maka selebihnya bisa melakukan sendiri.

Untuk tahapan lebih detailnya, silakan lihat di youtube berikut ini.

An-Naziat: Para Malaikat Pencabut Nyawa

Surat ini diturunkan Allah kepada Rasulullah ﷺ saat beliau masih berada di Mekah (makkiyah). Ciri khas surat-surat makkiyah adalah pembahasan seputar Iman kepada Allah, Rasulullah, dan hari Akhir.

Kandungan An-Naziat

An-Naziat membahas tentang hari akhir, menceritakan tentang malaikat-malaikat dengan tugas masing-masing, termasuk dalam ini, malaikat pencabut nyawa. Ada pula pembahasan tentang bagaimana kondisi saat hari akhir tiba. Kisah tentang nabi Musa ketika mengingatkan Fir’aun yang tetap mengingkari Allah. Tanda kekuasaan Allah berupa penciptaan bumi dan isinya untuk kesenangan dan kemudahan manusia. Kesudahan orang-orang, baik yang beriman maupun yang kafir, setelah hari kiamat.

Malaikat Pencabut Nyawa dan Hari Akhir

Ayat 1-5, Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang memiliki tugas dan kondisi masing-masing. Malaikat pencabut nyawa (ayat 1 & 2), malaikat yang turun dari langit dengan cepat (ayat 3), malaikat yang mendahului dengan kencang (4), dan malaikat yang mengatur urusan dunia (ayat 5).

Kondisi malaikat pencabut nyawa dalam menjalankan tugasnya ternyata dibahas berbeda dalam surat ini. Ada yang mencabut nyawa dengan keras/kasar (ayat 1), ada pula yang mencabut nyawa dengan mudah/lemah lembut (ayat 2). Kematian adalah sesuatu yang dikatakan (oleh Rasulullah ﷺ) sangat menyakitkan. Meskipun demikian, Allah membedakan bagaimana perlakuan malaikat pencabut nyawa ketika mencabut nyawa orang beriman dan kafir.

Kemudian, bagaimana kondisi hari akhir? Hal ini disampaikan pada ayat 6-9. Terdapat dua tiupan, dimana tiupan pertama mengguncangkan alam (ayat 6) dan diiringi tiupan kedua (ayat 7) untuk membangkitkan manusia. Digambarkan saat itu, hati-hati manusia merasa takut (ayat 8) dan pandangannya tunduk (ayat 9).

Ketika Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar hari akhir kepada orang-orang Quraisy (kafir), ada ungkapan keraguan yang mereka katakan. “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?” (ayat 10). “Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” (ayat 11). Mereka berkata, ” Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan” (ayat 12). Tanpa orang-orang kafir itu sadari, bahwa sebenarnya mereka sendiri yang nantinya akan mengalami kerugian. Mereka dibangkitkan dan kembali kepada Allah dalam keadaan tidak beriman.

Untuk Allah, hal ini tentu saja mudah sekali. Hanya dengan sekali tiupan, alam dan isinya, juga kehidupan akan hancur (ayat 13). Dengan sekali tiupan juga, Allah bangkitkan kembali makhlukNya yang telah binasa (ayat 14).

Kisah Nabi Musa dan Fir’aun

Dalam surat An-Naziaat ini, Allah menyampaikan kepada nabi Muhammad ﷺ tentang kisah Nabi Musa ketika menghadapi Fir’aun (ayat 15-26). Untuk menjadi pelajaran tentang dakwah nabi Musa kepada Fir’aun. Kita pun dapat mengambil hikmah dari kisah ini.

Dimulai dengan pertanyaan Allah, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?” di ayat 15. Ketika Allah memanggil nabi Musa di lembah Tuwa (ayat 16). Untuk mendatangi Fir’aun yang telah melampaui batas (ayat 17). Untuk mengingatkan Fir’aun agar membersihkan diri dari kesesatannya (ayat 18), sehingga nabi Musa dapat membantu Fir’aun ke jalan Allah (ayat 19).

Dalam mendakwahi Fir’aun, nabi Musa pun menunjukkan mukjizat dari Allah (ayat 20). Namun, Fir’aun justru mendustakan dan mendurhakai nabi Musa (ayat 21), bahkan menantang nabi Musa (ayat 22). Fir’aun mengumpulkan pembesar-pembesar kerajaannya dan menyeru kepada kaumnya (ayat 23). Fir’aun mengatakan bahwa dirinya adalah Tuhan (ayat 24). Karena kesesatan Fir’aun itulah, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan siksaan di dunia (ayat 25). Sungguh pada hal yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Allah (ayat 26).

Tanda Kekuasaan Allah

Allah menunjukkan tanda kekuasaanNya agar menghindarkan manusia dari rasa sombong dan merasa mulia. Padahal manusia sangat tidak layak menyombongkan diri. Maka, di ayat 27, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?”

Allah telah menciptakan langit yang tinggi dan menyempurnakannya (ayat 28). Bahkan, kita tidak bisa menemukan di mana ujung langit ini. Allah lah yang menciptakannya, menyempurnakannya dengan keindahan yang dapat dinikmati oleh pandangan manusia. Allah menjadikan malam gelap gulita dan siang terang benderang (ayat 29).

Allah menghamparkan bumi (ayat 30) untuk umat manusia. Allah pancarkan mata air di bumi, dan ditumbuhkanNya tumbuh-tumbuhan (ayat 31). Gunung-gunung Allah pancangkan dengan teguh (ayat 32). Tujuan dari semua itu adalah untuk kesenangan manusia dan untuk hewan-hewan ternak yang dimiliki oleh manusia (ayat 33). Maka ini tanda kekuasaan Allah sebagai bukti kasih sayang Allah yang bisa disaksikan manusia. Ini semua harusnya menjadikan manusia selalu mengingat Allah dimanapun berada.

Kesudahan Setelah Hari Kiamat

Maka apabila hari yang dijanjikan Allah tiba, yaitu hari kiamat (ayat 34), yaitu pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya (ayat 35). Neraka diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat (ayat 36).

Neraka adalah tempat untuk orang-orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (ayat 37-39).Sedangkan untuk orang-orang yang takut pada Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka surga adalah tempat tinggalnya (ayat 40-41).

Kapan Kiamat Tiba?

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?” (ayat 42). Tentang ini, bahkan Rasulullah ﷺ saja tidak mengetahuinya. Ini adalah salah satu rahasia terbesar Allah. Hanya Allah sajalah yang tahu kapan kiamat terjadi.

Untuk apa engkau perlu menyebutkannya (waktunya)? (ayat 43). Rasulullah ﷺ hanya penyampai pesan dari Allah untuk umat manusia. Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahannya (ketentuan waktunya) (ayat 44). Rasulullah ﷺ hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari Kiamat) (ayat 45).

Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu (karena suasananya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi hari (ayat 46).

* diringkas dari kajian tafsir QS An-Naziat

Ust Saiful Bahri: Al-Quran Solusi Hadapi Resesi

Resume Kajian dari Rumah Tajwid Indonesia

Mengambil inspirasi dari QS. Yunus: 57, dimana inspirasi yang lebih umum terdapat pada QS. Al-Isra: 82 dan QS. Fussilat: 44.

شِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ: ada di dada kita yang perlu diobati terlebih dahulu.

Dihubungkan dengan hadits Rasulullah: Sesungguhnya di dalam dada kita ada segumpal darah (qalbu/jantung). Dalam Quran, qalbu bisa bermakna fisik dan non fisik.

Syifa’ dapat diartikan kesembuhan/penawar/obat/solusi dan inspirasi kebaikan. Makna Syifa’ dapat dirangkum dalam 4 makna berikut:

  1. Iman: syifa’ adalah aqidah dan motivasi

Dengan iman, dapat mengobati: kufur, syirik (menyekutukan), nifaq (hipokrit).

Allah memberikan iman kepada hambaNya yang beriman. Sapaan Allah kepada hambaNya yang beriman: Yaa ayyuhallazina amanu (Wahai orang-orang yang beriman). Di Al Quran, panggilan ini sejumlah 89, diantaranya 16 terdapat di QS. Al Maidah). Panggilan ini spesial karena ada kepercayaan di dalamnya: wahai orang-orang yang percaya padaKu. Juga terdapat kedekatan, hubungan dekat Allah dan hambaNya.

Panggilan ini, kita balas dengan ucapan Al hamdu lillaahi rabbil ‘alamiin, rabbul ‘alamin yang bermakna Tuhan multiversi, bukan cuma di alam yang sekarang nampak, tetapi juga di tempat yang tidak nampak, tidak cuma Tuhan sekarang tetapi juga kapanpun.

Iyyaaka na’abudu wa iyyaaka nasta’iin: Allah mengajarkan cara berdoa yang bagus (iyyaka).

Di QS Al Fatihah, kita tidak hanya meminta nikmat jalan yang lurus (siraatal mustaqiim) tetapi juga menghindari al maghdub (orang-orang yang dimurkai). Dijelaskan lagi di QS Al Baqarah mengenai ciri-ciri orang-orang yang beriman, begitu juga orang kafir, dan ciri yang paling banyak mengenai orang-orang munafik.

  • Hidayah: syifa adalah petunjuk, contoh, pedoman

Petunjuk: hudan lil muttaqin dalam QS Al Baqarah: 2, tetapi dalam ayat 185 dikatakan hudan lil naas. Mengapa berbeda?

Imam Al Alusi memberikan definisi bahwa hudan itu jangka panjangnya adalah petunjuk yang benar-benar menyampaikan orang pada tujuannya, tidak sampai tersesat. Kalau sampai mengalami tersesat, maka bukan hudan, bukan hidayah. Sedangkan hudan lil naas adalah potensi petunjuk yang bisa diakses semua orang.

Quran bisa ditemukan dimana-mana, inilah hudan lil naas, tetapi jika diambil, dibaca, dipelajari barulah disebut hudan lil muttaqin yaitu memiliki, mengenali, hingga mengamalkan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah berinteraksi dengan orang-orang yang selalu berinteraksi dengan Al Quran. Nabi Musa, saat itu adalah nabi yang mulia, tetapi diperintah Allah berguru pada nabi Khidir, menunjukkan di atas yang paling tahu, ada lagi yang lebih tahu. Nikmati Quran, berinteraksi dengan Quran, sampai pada mengajarkan.

Dengan hidayah, dapat mengobati angkuh, sombong, meremehkan, ragu, bisikan setan. Bisikan setan termasuk gangguan.

Membaca Al Baqarah selain membuat rumah bersinar juga membebaskan dari gangguan setan dalam bentuk jin. Jika ingin melakukan yang lebih ringkas, bacalah al ma’tsurat, di dalamnya ada bagian awal dan akhir Al Baqarah, termasuk juga ayat kursi.

  • Ilmu: pengetahuan dan cara

Dengan ilmu dapat mengobati masalah, beban psikis, situasi sulit, ketidaktahuan, kebodohan.
Ilmu membuat seseorang tahan masalah. Disebut qalbu karena menjadi pintu masuk alat berpikir. Qalbun diartikan jantung, tetapi di Al Quran bisa berarti dua sekaligus yaitu jantung (fisik) dan secara non fisik adalah tempat dimana merasa nyaman.

Qulub pada QS Al-A’raf: 179, tempat kita merasakan, dan hanya bisa dominan dengan satu rasa, jika yang dominan adalah cinta, maka rasa benci pergi, jika syukur dominan, maka kufur pergi.
Dalam QS Al Hajj: 46, perjalanan bisa membuat nyaman, tidak cuma sekedar fisik, tetapi perjalanan spiritual, bahkan perjalanan ilmiah.

Qulubun bisa jadi tempat berpikir, jika qulub jernih, maka hasil pemikirannya benar. Lihat kestabilan qalbu kita, maka jantungnya juga sehat. Salah satu penyebab sakit jantung adalah pikiran tidak beres.

QS Ar Ra’d: 28, dengan dzikir, qalbu menjadi tenteram. Tahapan dzikir yang paling sempurna, Allah tampak besar di hadapan kita.

Orang yang beriman bergetar qalbunya ketika dibacakan ayat quran.
Jika dzikir dan Al Quran menjadi dzikir maka dapat dijadikan sebagai penjaga kestabilan qalbun.
Qs Al Muzammil: 20, meminta dengan kebesaran nama Allah, agar hati kita bersemi dengan Alquran, karena orang yang dekat dengan Alquran tidak akan bersedih (dengan masa lalu), dan tidak akan takut (dengan masa depan).

Al Quran diturunkan malam hari, maka jika seharian belum baca Quran, usahakan baca Quran sebelum tidur (malam). Waktu baik lainnya untuk membaca Quran adalah saat fajr. Bacaan Quran di waktu subuh itu masyhuda, disaksikan oleh malaikat.

‘Alima: Allah Maha Tahu bahwa ada orang yang sakit, ada yang sampai begadang malam mencari nafkahnya, dan ada yang mengangkat senjata (fisabilillah), maka sekalipun sakit, kerja, atau fisabilillah, tetap membaca quran.

QS Al Muzzammil: 20, ada 2 parameter yang menjaga stabilitas hati yaitu qiyamul lail dan membaca quran.

QS Ad Dukhan: 3: Kebaikan ramadan adalah kebaikan Quran, yang diturunkan malam hari, maka malam hari itu waktu sempurna untuk membaca Quran. Keheningan malam, suara menjadi syahdu, sehingga lebih berkesan.

Pada QS Al Qadr, jika dilihat dari strukturnya, Allah membandingkan lailatul qadr dengan alfi syahr (ayat 2). Dalam ilmu Bahasa, keduanya adalah perbandingan yang tidak seimbang. Lail (malam) tidak dibandingkan dengan lail, tetapi dibandingkan dengan 1000 bulan (alfi syahr). Malam yang sat lebih baik (lebih baik yang tidak ada batasnya) dari bulan yang komunal (banyak). Khoirummin disini lebih baik yang tidak ada batasannya.

Semua yang berinteraksi dengan Quran adalah yang terbaik: malaikan jibril yang menyampaikan adalah malaikat terbaik, nabi Muhammad adalah manusia terbaik, malam lailatul qadr adalah malam terbaik, bulan ramadan adalah bulan terbaik, maka jika ingin menjadi umat terbaik maka harus berinteraksi dengan Quran.

4 Langkah berinteraksi dengan Quran:

  1. Memiliki dan mengenal Quran dengan baik dan benar.
  2. Membaca, menghafal, mendengarkan, dan mengajarkannya.
  3. Memahami, mentadabburi, dan menafsirkan ayat-ayat Quran dengan baik. Bahasa Alquran itu detail agar hati kita peka, halus.
  4. Mengamalkan dan merealisasikan apa yang dibaca dan dipelajari dari isi dan kandungan ayat-ayat Quran.

Bagaimana Al Quran bisa berfungsi sebagai imunitas agar dapat bertahan di masa resesi? Tidak hanya saat masa resesi, namun bisa juga cara ini saat kita diberi cobaan berupa kebaikan (nikmat.

  1. Spiritual (al manaah ar ruhiyyah): dengan quran, dzikir, shalat, mujalasah ash-shalihin.
  2. Mental/psikis (ma’nawiyah): percaya diri dengan kemampuan yang diberikan oleh Allah, dibekali dengan akal dan ilmu. Allah mengajarkan bagaimana memberi, ini mental orang islam.
  3. Fisik (jasadiyah): life style, jaga fisik agar senantiasa sehat dan bugar.
  4. Keuangan (ekonomi: al manaah al maliyah): perencanaan matang dan berpikir prioritas, berpikir kontributif.
    Perencanaan ekonomi berhubungan dengan pemberdayaan, dengan mental memberi, kesulitan ini tidak menghalangi dari memberi.

Lesson learned dari QS Yusuf:57:

  1. Alquran merupakan solusi, inspirasi kebaikan untuk menambah daya tahan (imunitas spritual).
  2. Pentingnya memberi nutrisi qalbu.
  3. Semua yang berinteraksi dengan quran menjadi yang terbaik.
  4. Kebaikan lailatul qadar.
  5. Malu dengan perintah Allah dengan membaca “ma tayassar” al quran.
  6. Mengukur kondisi diri dalam berinteraksi dengan quran.

Hadits Rasulullah: ‘Jangan jadikan rumahmu itu kuburan” yaitu rumah yang tidak pernah dibacakan Al quran.
Kualitas kita sekarang ditentukan oleh interaksi dengan Quran.

Penutup:

Kebersamaan dengan Quran merupakan boarding pass menuju surga. Pada QS Az zumar, Allah menunjukkan perbedaan kondisi penduduk surga dan penduduk neraka.

Kelebihan Ahlul quran: pada hari kiamat, diberikan mahkota kemuliaan, pakaian kemuliaan.