Pengalaman Membersamai Anak SFH (1)

Ini kali kedua membersamai anak sekolah dari rumah. Pertama kali adalah di sekitar bulan Maret 2020, saat Belanda lockdown pertama kali. Saat itu aku belum membuat blog ini jadi belum kutuliskan pengalamanku disini :). Di bulan Maret itu, anakku berada di grup 2 atau kalau menurut sistem pendidikan di Indonesia, TK. Aktivitas sekolah saat itu sudah terjadwal dari gurunya, di mana sekolah menyediakan beberapa peralatan untuk bisa digunakan di rumah. Sehingga aku hanya perlu membantu anak untuk menyiapkan peralatan yang belum ada, kemudian mempersiapkan kebutuhan sekolah hari itu.

Guru meminta orang tua memfoto atau memvideokan aktivatas harian anak kemudian dikirim ke grup atau ke guru secara personal. Namun, aktivitas ini tidak wajib dikirimkan pada guru. Bahkan, orang tua dan anak bisa melakukan aktivitas atau kreativitas sendiri yang lebih nyaman, tidak harus selalu sesuai dengan jadwal sekolah. Sejauh tujuan aktivitas itu baik untuk perkembangan anak. Guru juga sudah mengirimkan tujuan akhir kemampuan anak apa saja yang perlu dimiliki oleh anak grup, untuk nantinya bisa ke grup 3 (kelas 1 SD). Minimal 1 kali per pekan guru akan menelepon anak dan memastikan sejauh mana kemampuan anak berkembang untuk kebutuhan sekolahnya.

Welcome Back SFH

Kali ini, lockdown kedua, SFH yang kedua unuk anakku yang sudah grup 3 (kelas 1 SD). Aktivitas SFH berbeda jauh dengan saat masih grup sebelumnya (TK). Sebelum SFH, anak-anak libur musim dingin selama 2 minggu, dan dalam pekan liburan itu, secara bertahap, melalui aplikasi (website), guru mengirimkan petunjuk bagaimana SFH akan dilakukan. Beberapa poin yang disampaikan sekolah dan guru terkait SFH antara lain, peran orang tua yang diharapkan, peralatan yang dibutuhkan anak saat SFH, jadwal harian selama SFH, dan pola komunikasi yang bisa dilakukan antara orang tua dengan guru atau pihak sekolah.

Sekolah mengharapkan orang tua memastikan anaknya mengikuti SFH pada jadwal yang sudah ditentukan. Meskipun di rumah, tetapi SFH ini tetap dihitung sebagai hari aktif sekolah. Jika tidak bisa mengikuti, maka memberi tahu guru kelas dengan mengatakan alasannya, misal sakit atau yang lain. Jika tidak hadir tanpa alasan selama 3 hari, maka pihak sekolah akan menelepon orang tua untuk memastikan kondisi si anak dan ketidakhadirannya. Jika pihak sekolah tidak bisa menghubungi orang tua, maka akan dikirim surat peringatan ke rumah. Jika masih juga tidak bisa dihubungi, atau sudah diperingatkan tetapi kondisi masih berulang, maka pihak sekolah akan melakukan tindakan tertentu, bahkan bisa jadi kepala sekolah yang akan menindak sendiri kondisi ini.

Kalau ada tugas-tugas sekolah yang perlu dikumpulkan, maka sekolah mengharapkan orang tua ikut mengecek dan mengingatkan anak. Jika pengumpulan tugas telat 2 hari dari jadwal, maka pihak sekolah akan menghubungi orang tua untuk memastikannya. Jika tidak ada alasan yang memberatkan, maka pihak sekolah memberi peringatan untuk bisa memperbaiki kondisi itu. Jika tidak ada perbaikan, maka akan ada tindakan tertentu.

Secara umum, tugasku sebagai orang tua, hanyalah memastikan anak siap dengan SFH, membantu anak menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan, jika tidak bisa hadir hari itu karena sakit misalnya, maka memberi tahu sekolah (guru) melalui aplikasi. Jika ada tugas yang perlu dikerjakan dan dikumpulkan, mengingatkan sejauh mana anakku bisa melakukannya secara mandiri.

School From Home

Mengenai peralatan yang dibutuhkan untuk menjalani SFH, sudah diberitahu dan diberikan oleh guru saat hari terakhir sekolah sebelum libur musim dingin. Guru sudah memberikan buku-buku yang akan digunakan saat SFH. Untuk anak-anak yang tidak memiliki laptop, sekolah memberikan pinjaman.

SFH dilakukan dengan google meet. Sekolah sudah membuatkan akun google untuk digunakan anak selama SFH. Link google meet akan diberikan guru kelas 5-10 menit sebelum jadwal harian dimulai. Sekolah dilakukan setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 13.00, jadi hanya sekitar 4 jam per hari. Untuk hari Jumat bahkan lebih singkat, sekolah diakhiri pukul 12.00. Jadwal harian kegiatan, pelajaran, dan halaman berapa dari buku materi yang akan dilakukan hari itu, sudah dikirimkan guru beberapa hari sebelum SFH dimulai. Video-video pendukung pembelajaran yang akan diputar saat SFH pun telah dikirimkan oleh guru.

Maka, sekitar 1 – 2 hari sebelum SFH, aku membantu anakku untuk mempersiapkan SFH juga melatih anakku untuk menggunakan google meet. Harapannya, anakku sudah familiar dengan google meet dan bisa mengoperasikannya secara mandiri. Saat SFH, tentu guru mengharapkan orang tua untuk mendampingi anak dan membantu jika anak membutuhkan. Hanya saja, lebih nyaman buatku dan anakku jika bisa mandiri saat SFH berlangsung.

Sebelum SFH dimulai, sekolah mengirimkan tata cara untuk orang tua dengan sekolah, khususnya dengan guru dapat berkomunikasi dengan lancar. Komunikasi dilakukan pihak sekolah dan guru melalui website (aplikasi) yang bisa diakses oleh semua orang tua, sehingga tidak ada komunikasi lewat telepon ataupun whatsapp.

Aku tidak memiliki nomer telepon guru anakku. Guru juga tidak perlu mengumumkan nomor hp pribadinya ke orang tua. Jika orang tua ingin meminta penjelasan atau bertanya kepada guru atau sekolah, bisa mengirim pesan melalui aplikasi itu. Bahkan, jika ingin berkomunikasi lewat telepon, janji bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut. Orang tua tidak bisa menelepon guru tanpa janji terlebih dahulu, pastinya ini nyaman juga untuk guru, karena aktivitasnya kan tidak hanya mengurusi murid, tetapi juga ada kehidupan pribadinya.

Sekolah bahkan memberikan peraturan agar orang tua tidak menghubungi guru saat jadwal sekolah sedang berlangsung. Pihak sekolah mengharapkan saat guru sedang mengajar melalui google meet, tidak ada gangguan. Kecuali untuk pertanyaan mengenai kesulitan masuk google meet, orang tua bisa langsung mengirimkan pesan kepada guru.

5-10 menit sebelum jadwal sekolah dimulai, guru mengirimkan tautan (link) kode melalui aplikasi untuk anak dapat masuk ke google meet menggunakan akun gmail yang sudah dibuatkan oleh guru. Guru menunggu semua anak untuk bisa bergabung, maka orang tua yang anaknya kesulitan bergabung bisa mengirimkan pesan kepada guru. Jika orang tua ingin menghubungi guru, mengirimkan pesan yang lain, maka tunggu hingga guru selesai mengajar, yaitu setelah jam 13.00. Jika orang tua mengalami kesulitan dalam menghubungi guru ataupun pihak sekolah melalui aplikasi, maka ada email sekolah yang bisa digunakan, bahkan bisa melalui telepon sekolah.

Sejauh ini, belum ada masalah yang aku alami dalam membersamai anak SFH. Jadwal SFH dimulai 4 Januari 2021 sampai tanggal 15 Januari 2021. Hanya selama 2 minggu, di masa lockdown ini, kecuali ada perubahan peraturan yang memperpanjang SFH.

One thought on “Pengalaman Membersamai Anak SFH (1)

Leave a comment