Sejak Rabu, 16/12/20, Perdana Menteri Belanda mengumumkan melalui konferensi pers, bahwa Belanda lockdown lagi. Sebenarnya hal ini tidak terlalu berpengaruh pada ritme kehidupanku sehari-hari. Sejak pandemi, aku memang membatasi keluar rumah. Suami juga sudah bekerja di rumah. Hanya anak yang masih berangkat sekolah. Dengan adanya lockdown ini, maka aktivitas antar-jemput anak sekolah tidak perlu dilakukan. Mulai awal hingga pertengahan Januari tahun depan perlu membersamai anak untuk sekolah di rumah. Aktivitas lain tidak banyak perubahan.
Hanya saja, untuk pemeriksaan kehamilan, sedikit banyak ada perubahan. Bidan telah memberikan info bahwa akan ada jenis pemeriksaan kehamilan yang dibatasi, bahkan bisa jadi dibatalkan. Mengingat, keterbatasan personel di praktiknya, juga menghindari tersebarnya virus. Hanya ada 4 bidan yang berpraktik di praktik bidan yang aku datangi setiap periksa. Demi mencegah adanya penularan covid di lokasi praktik, maka tatap muka saat pemeriksaan akan banyak dibatalkan. Selama ini bidan juga sudah membatasi tatap muka saat pemeriksaan, apa yang bisa lewat telefon dilakukan lewat telefon saja. Dikarenakan lockdown ini, maka lebih ketat lagi. Datang ke bidan hanya saat USG saja.

Pekan ini aku ada jadwal USG minggu ke-20 kehamilan, di mana biasanya boleh ditemani oleh pasangan dan keluarga. Dengan adanya lockdown, maka ada pembatasan, saat USG hanya boleh ditemani oleh 1 orang saja. Tadinya, saat USG di minggu ke 20 ini, aku berencana membawa anakku agar bisa melihat di layar, saat proses USG dilakukan. Namun, dengan adanya lockdown ini, ada larangan untuk membawa anak-anak.
Untuk pemeriksaan yang harus dilakukan dengan bertatap muka, ibu hamil hanya boleh datang sendiri. Biasanya, pasangan boleh ikut menemani. Namun, untuk saat ini sampai lockdown selesai, maka hanya boleh 1 orang di ruang periksa bidan. Kecuali, untuk usg dan pertemuan perencanaan persalinan, maka pasangan diperbolehkan datang.
Jika datang ke lokasi praktik lebih awal, maksimal hanya 5 menit lebih awal saja, agar tidak ada penumpukan orang menunggu di ruang tunggu. Untuk orang yang mengalami keluhan seperti covid, atau dalam kondisi tidak fit, dilarang mendatangi lokasi praktik. Jika saat hari itu tidak fit dan ada janji, maka telefon dahulu, agar bisa dilakukan penjadwalan ulang, atau tetap periksa lewat telfon. Ketika di lokasi praktik bidan, protokol biasa tetap berlaku, seperti menggunakan hand sanitizer saat masuk, memakai masker, menjaga jarak, tidak ada kontak fisik seperti berjabat tangan. Kontak fisik sebatas pemeriksaan yang diperlukan saja.

Jika ada pasien yang melahirkan di masa lockdown ini, kalau di rumah sakit, maka cuma boleh ditemani 1 orang. Jika suami sudah menemani, maka keluarga yang lain tidak boleh datang ke rumah sakit. Jika memilih melahirkan di rumah, maka bidan menyarankan tidak saat banyak orang melahirkan di waktu yang sama. Untuk ini, bidan punya jadwal tersendiri berdasarkan hpl. Jika di hari itu sudah ada orang atau beberapa orang yang melahirkan, maka bidan bisa mengatur agar lahiran di tempat lain, misal rumah sakit atau rumah bersalin. Agar ibu hamil tetap tertangani dengan baik, meskipun melahirkan saat lockdown.
Para bidan pun telah memberi info bagaimana mereka akan mengatur personel dalam pemeriksaan, menemani kelahiran, bahkan memberi tahu juga jika mereka perlu melakukan penambahan personel bidan. Hal ini untuk antisipasi jika sampai ada bidan yang terkena covid, maka paling tidak ada 2 bidan yang stand by untuk melayani pemeriksaan dan menemani persalinan. Tentu saja, 1 pasien ditemani oleh 1 bidan di ruang persalinan. Jika melahirkan di rumah sakit, dan dibutuhkan bidan tambahan, maka bidan berasal dari rumah sakit, bukan dari praktik bidan yang biasa didatangi. Hal-hal seperti ini pun diinfokan oleh bidan untuk memberikan kenyamanan kepada kliennya agar tidak was-was jika melahirkan, terutama di masa pandemi ini.
Jika ibu hamil memerlukan kursus kehamilan, persalinan, dan menyusui yang biasanya dilakukan di lokasi praktik bidan, maka dengan kondisi ini kursus langsung ditiadakan. Sebagai gantinya, mereka memberikan kursus tersebut dalam bentuk video. Ada juga yang dilakukan melalui kerjasama dengan organisasi lain dengan membayar biaya yang cukup murah.
Untuk aku pribadi, sejauh ini belum ada masalah karena penerapan aturan tersebut. Pemeriksaan USG tetap dilakukan seperti jadwal semula. Jika telah ada jadwal pemeriksaan di bulan mendatang dan ada perubahan atau pembatalan jadwal, bidan akan memberi kabar.
Semoga kondisinya berangsur membaik. Penjadwalan lockdown dari pemerintah sampai tanggal 18 Januari 2021, semoga tidak ada penambahan lagi. Apalagi aku dengar Januari sudah mulai ada vaksin, meskipun vaksin baru akan diberikan kepada orang-orang garda depan dalam penanggulangan covid ini.
Aamiiin… 😉
LikeLike