Kota Lely
Lelystad adalah kota hasil reklamasi di Belanda. Dahulu, daerah ini hanya perairan. Pada tahun 1967, reklamasi berhasil dilakukan, sehingga terwujudlah sebuah kota yang diberi nama Lely. Stad dalam bahasa Indonesia adalah kota. Sehingga Lelystad, bermakna Kota Lely. Nama yang lucu bukan?
Nama kota ini diambilkan dari nama insinyur yang memimpin keberhasilan proyek reklamasi ini, Cornelis Lely. Saat itu, daerah ini berada kurang lebih 3 meter di bawah permukaan air laut. Untuk menghargai kerja kerasnya dalam mereklamasi daerah tak berpenghuni itu, maka dipakailah nama insinyur ini sebagai nama kota. Di Belanda, umum sekali nama-nama orang yang berjasa di suatu bidang tertentu, menjadi nama jalan, bahkan nama kota.
Sampai saat ini ada mekanisme pengaturan untuk tetap menjaga Lelystad aman ditinggali, tidak terjadi banjir, atau bahkan tenggelam. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme ini, termasuk sejarah Lelystad terbentuk, bisa mengunjungi museum Lelystad (museum Flevoland).
Museum Lelystad
Di dalam museum ini, selain mengenail sejarah, juga ada tempat bermain anak, sehingga anak-anak bisa belajar sambil bermain bagaimana mengatur perairan di Lelystad agar tidak terjadi banjir.

Di dekat museum, kita bisa melihat perariran Lelystad, dimana pada jadwal tertentu, ada kapal yang bisa dinaiki untuk mengelilingi perairan ini.

Kawasan di sekitar perairan ini, dinamakan Batavia Land. Ada 3 lokasi yang menarik dikunjungi. Selain museum Lelystad, ada juga replika kapal VOC, dan museum workshop kapal. Kapal ini pada sekitar tahun 1628 berlayar menuju Pulau Jawa untuk mengangkut rempah-rempah. Kapal ini diberi nama Batavia. Kita bisa memasuki kapal ini dan melihat bagian dalam kapal.

Banyak bagian di dalam kapal dibuat persis seperti aslinya, juga rutin dirawat dan diperbaiki jika ada bagian yang rusak.
Sebelum lokasi kapal Batavia, terdapat museum yang menjadi tempat workshop untuk belajar bagaimana kapal zaman dulu dibuat. Pengunjung dapat mencoba beberapa hal, seperti pertalian (tali-temali), melihat kapal besar dibuat, juga bagaimana karyawan workshop sedang membuat replika kapal.
Banyak kapal bersejarah yang replikanya bisa kita lihat sampai sekarang. Sehingga orang bisa mengetahui bagaimana bentuk asli kapal-kapal yang dimiliki Belanda zaman dahulu. Di lokasi workshop ini, kita bisa melihat juga logo VOC pada kotak kayu yang diangkut ke dalam kapal, saat mereka dahulu menjelajah. Tentu saja hanya replika. Bagaiamanapun, untuk Belanda, VOC adalah perusaaan dagang pertama dan terbesar milik mereka, sehingga banyak bukti-bukti peninggalannya yang masih tersimpan sampai sekarang.





