
Allah itu Maha Baik, dan tidak menerima kecuali yang baik-baik saja
Penggalan dari HR. Muslim – Hadits Arbain ke 10
Ada kisah yang diceritakan oleh Rasulullah pada hadits tersebut, dan dapat kita ambil hikmahnya.
Ada seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor. Laki-laki ini kemudian mengangkat kedua tangannya ke langit, dan berdoa menyebut Ya Rabb..Ya Rabb..beberapa kali.
Rasulullah mengatakan, sedangkan makanan, minuman, pakaiannya haram, dan perutnya kenyang dengan barang haram. Maka, bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
Dari hadits ini, dapat diambil pelajaran bahwa Allah hanya menerima sesuatu yang baik (tayyib) dari kita, agar doa kita dikabulkan. Sesuatu yang haram yang melekat pada kita, dan isi perut yang haram menjadi penghalang terkabulnya doa.
Masih berkaitan dengan hadits tadi, dalam Q.S. Al-Mu’minun: 51, Allah berfirman: Makanlah dari makanan yang baik dan kerjakan amal shalih. Senada dengan firman Allah di Q.S. Al-Baqarah: 172, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.
Dari hadits tersebut, dikatakan Allah hanya menerima yang baik saja dari hambaNya. Makna baik (tayyib) ini mencakup segala hal, yaitu makanan, minuman (isi perut), pakaian (harta benda), hingga keyakinan dan perbuatan (amalan). Tidak diterima amalan, kecuali amal itu baik.
Bagaimana agar amal kita diterima? Dengan cara menjaga kehalalan makanan dan minuman kita. Makanan dan minuman ini akan masuk ke dalam tubuh, membentuk sel-sel dalam tubuh, dan perbuatan akan tercermin dari hasil pembentukan ini.
Mengenai harta benda, Allah hanya menerima harta yang baik, yaitu bersih, sudah dizakati. Ucapan pun, hanya ucapan yang baiklah yang akan Allah terima, begitu juga amal shalih (Q.S. Al-Fatir ayat 10). Doa kepada Allah juga termasuk ucapan yang baik.
Maka, sebab (syarat) dikabulkan doa, antara lain:
Pertama, dalam perjalanan jauh.
Dari Rasulullah, doa yang mustajab (dikabulkan) adalah doa orang yang terdzolimi, doa musafir (orang yang dalam perjalanan jauh), dan doa orang tua kepada anaknya.
Kedua, menengadahkan kedua tangan ke langit dengan menyebut nama Allah berkali-kali dengan penuh harap. Benar-benar berharap kepada Allah bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Salah satu nama Allah yang baik adalah Al-Hayiyyu (Yang Maha Pemalu). Allah malu kepada hambaNya yang berdoa dengan mengangkat kedua tangannya kepadaNya, kemudian Dia menolaknya.
Ketiga, menjaga kehalalan apa yang melekat dan masuk ke dalam badan. Termasuk di dalamnya menjaga kebersihan harta yang diperoleh, kebaikan dalam keyakinan, ucapan, dan melakukan amal shalih (amal baik).