Short Getaway to Belgium & France

Libur musim dingin Desember lalu, aku bersama suami dan anak, melakukan perjalanan ke Belgia dan Perancis. Dua negara ini letaknya cukup dekat dengan Belanda, tempat tinggalku saat ini. Dengan bermobil, Belgia dapat ditempuh dalam waktu 1 – 2 jam perjalanan, dan ke Perancis 5 – 7 jam, tergantung kota mana yang ingin dituju.

Moda transportasi mobil lebih kami pilih, selain untuk menghemat pengeluaran, juga agar lebih nyaman untuk jalan-jalan. Ada tempat-tempat wisata yang lebih fleksibel untuk dikunjungi dengan mobil.

Suasana perjalanan dari Belanda menuju Belgia – banyak kincir angin di tepi jalan raya

Kami berangkat tanggal 26 Desember 2019 dari Belanda dan kembali lagi 28 Desember 2019. Bepergian dengan anak usia 5 tahun, kami memilih destinasi wisata yang juga menarik untuk si anak. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Museum Kereta (Train World) di Schaarbeek. Anak kami, senang sekali di sini, apalagi kereta adalah salah satu mainan favoritnya. Di museum ini, terdapat koleksi kereta-kereta Belgia, mulai dari kereta lama (kereta tenaga uap) hingga yang terbaru, bahkan simulasi 3D kereta modern pun ada.

Salah satu koleksi di Train World: Pays de Waes (locomotive) – kereta tenaga uap tertua di Eropa

Setelah dari museum, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Untuk menghemat anggaran menginap, kami memilih (low) budget hotel. Kami memilih hotel di kawasan Paris, agar lebih dekat dengan destinasi wisata kedua.

Hari kedua, kami mengunjungi kota Paris dan Versailles. Waktu lebih banyak kami alokasikan untuk berada di Versailles, mengunjungi istana dan kawasan sekitar yang masih berhubungan dengan istana. Kesan mewah terasa sekali saat memasuki bagian dalam istana, sambil teringat materi sejarah tentang Revolusi Perancis dan Louis XIV.

Kawasan Istana Versailles

Ini kali pertamaku berkunjung ke istana Versailles, tetapi rasanya tidak ingin mengulang lagi berkunjung ke sana. Aku tidak merasa nyaman di dalamnya. Terlalu banyak pengunjung, di tambah banyaknya ruangan atau bagian istana yang bisa dilihat, sehingga banyak detail yang tidak teramati. Bahkan, sebelum memasuki istana, antrian mengular, saking banyaknya pengunjung. Terkenal sebagai istana megah (pada zaman itu), banyak sekali bagian istana yang ingin dilihat, sehingga untuk mempersingkat waktu, banyak hal yang tidak teramati. Bahkan, ada area yang terlewat atau memang sengaja dilewati, tidak terlalu diperhatikan.

Bagian depan istana Versailles

Kami juga mengunjungi kawasan lain yang masih berhubungan dengan Versailles, yaitu Grand Trianon. Walaupun tidak dalam satu kawasan dengan bagian istana, namun cukup dekat. Dari istana, tersedia kendaraan (shuttle) dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit. Grand Trianon adalah istana yang dibangun Louis IV di desa Trianon agar memiliki tempat yang lebih tenang, jauh dari keramaian dan formalitas istana. Di sekitar Grand Trianon, juga ada beberapa paviliun, taman, ataupun monumen yang masih berhubungan dengan sejarah kerajaan Perancis. Saking luasnya kawasan ini, tidak semua bagian sempat kami kunjungi.

Taman di kawasan istana Versailles

Setelah hari kedua kami fokuskan di Versailles, perjalanan berlanjut, di hari ketiga, kami kembali lagi ke Belgia, sebelum pulang ke Belanda. Kami mengunjungi Maasmechelen. Tidak banyak yang bisa dilihat di kotanya, tetapi ada satu tempat yang memang ingin kami kunjungi, yaitu Maasmechelen Village. Tempat ini adalah pusat perbelanjaan, yang menjual barang dengan harga outlet, sehingga harganya lebih rendah. Apalagi, saat itu bertepatan dengan diskon akhir tahun.

Inilah jalan-jalan singkat kami saat liburan musim dingin di Belanda, akhir tahun lalu. Tulisan ini dibuat sebagai kenangan karena belum bisa melakukan hal yang sama untuk liburan tahun ini. Saat ini masuk liburan musim panas di Belanda, tetapi rasanya belum aman jika melakukan perjalanan ke luar Belanda, mengingat masih masa pandemi. Wabah Covid-19 di Belanda memang sudah terkontrol dan perbatasan ke luar Belanda (lingkup Eropa) pun sudah dibuka. Banyak objek wisata telah dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun, masih tetap lebih aman jika membatasi aktivitas di luar rumah.

Kanal Youtube Pertamaku

Membuat youtube? Sempat terlintas beberapa kali di benakku, untuk membuat akun youtube menggunakan gmail pribadiku. Namun, keinginan itu urung aku lakukan. Faktor utamanya adalah kemalasan..haha.. Aku malas harus membuat video, edit, dan hal-hal lain yang menyertainya. Aku lebih memilih menjadi penikmat youtube saja, daripada sebagai pembuat. Ada banyak hal lain yang aku lebih suka lakukan untuk mengisi hari-hariku, daripada membuat video untuk youtube.

Aku membayangkan, jika ingin video di youtube enak dilihat, haruslah dibuat dengan kualitas video yang baik. Meskipun, banyak juga kutemukan video di youtube, sebenarnya tidak semuanya sudah dalam kondisi ‘layak tonton’. Trus, bagaimana akhirnya aku memutuskan membuat kanal youtube?

Saat menulis post masakan yang ini, untuk pertama kalinya aku ingin mencoba memasukkan video di post. Namun, karena websiteku ini terdaftar sebagai akun personal, bukan premium, maka aku tidak dapat mengunggah videonya. Akhirnya, setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, sepertinya youtube tempat paling oke untuk meletakkan video tersebut.

Pilihan seperti upgrade akun ini ke premium bukanlah pilihan yang ekonomis untuk saat ini. Meletakkan videoku di kanal lain juga bukan pilihan yang menarik. Dalam waktu singkat, akupun memutuskan untuk membuat youtube, agar bisa jadi media pendukung website ini.

Dan inilah, kanal youtube pertamaku: catatankaki, sengaja menggunakan nama yang sama dengan blog ini. Tentu saja, videonya masih kualitas pemula, perlu banyak belajar lagi agar makin layak tonton. Silakan subscribe 🙂 Semoga ke depan, isi youtube dan kualitas videonya, semakin baik.

Ayam Bungkus Keju

Waktu memasak: +-1 jam

Bahan:

  1. Ayam 5 potong
  2. Bawang putih 5 siung, haluskan
  3. Garam
  4. Tepung bumbu
  5. Telur ayam 3 butir, kocok
  6. Keju parut

Cara Memasak:

  1. Lumuri ayam dengan garam dan bawang putih, diamkan beberapa saat, kemudian lumuri dengan tepung bumbu.
  2. Masukkan potongan ayam ke dalam kocokan telur, kemudian balut dengan keju parut hingga semua bagiannya terbungkus keju.
  3. Goreng dalam minyak panas. Agar bagian ayamnya matang merata dan keju tidak gosong, saat ayam telah dimasukkan, kurangi panas api, tutup wajan. Balik jika satu bagian telah kering kecoklatan.

Selamat Mencoba 🙂

Katwijk aan Zee: Pantai di Selatan Belanda

Katwijk aan Zee

Katwijk terletak di Belanda Selatan, dekat dengan kota besar Leiden. Kawasan ini memiliki pantai dengan ombak yang tenang. Katwijk aan Zee adalah pantai landai, tempat kapal-kapal besar berlayar hingga ke pelabuhan di Rotterdam. Sehingga, ketika berkunjung ke pantai ini, dari kejauhan, kita bisa melihat kapal-kapal itu.

Saat musim panas, menjadi salah satu tempat yang dituju untuk berjemur. Walaupun banyak orang datang untuk berjemur ataupun bermain, pantai ini bisa dibilang relatif sepi. Berbeda dengan pantai terkenal lain di Belanda, seperti Scheveningen yang sangat ramai jika musim panas datang.

Aktivitas di Katwijk aan Zee

Di pinggir pantai, terdapat beberapa rumah pantai yang dapat dipesan untuk bermalam. Tidak jauh dari lokasi, terdapat hotel dan penginapan yang dapat menjadi pilihan menginap.

Selain bermain air, berjemur, tersedia juga papan selancar yang bisa disewa, lengkap dengan instruktur yang siap melatih berselancar jika belum mampu. Pinggiran pantai hingga ke tengah tidak terlalu dalam, sehingga banyak orang berenang hingga ke tengah laut. Angin berhembus cukup kencang, sehingga pada udara panas pun, pantai ini tetap terasa sejuk. Bahkan, beberapa orang menerbangkan layangannya.

Tidak hanya keseruan aktivitas di pantai, jalanan di sekitar pantai pun cukup seru untuk dijelajahi, berjalan kaki, maupun bersepeda. Banyak orang jalan kaki di pantai, juga di jalanan sekitar pantai. Untuk para pesepeda, bersepeda menyusuri pantai ini, merupakan salah satu akses menuju kebun bunga tulip.

Bagaimana dengan makanan dan minuman? Mudah menemukan restauran ataupun penjual makanan dan minuman disini, bahkan es krim. Sehingga, jika tidak membawa bekal, bisa jajan di sekitar pantai. Makanan seperti kentang goreng, ikan haring goreng tepung (kibbeling) ataupun mentah dapat dengan mudah didapatkan.

Daging Asam Pedas

Daging Asam Pedas

Waktu Memasak: 30 Menit.

Bahan:

Daging sapi, potong ukuran sesuai selera

Bumbu halus:

  1. Bawang merah
  2. Bawang putih
  3. Cabai Merah
  4. Jahe
  5. Kunyit

Bumbu tambahan:

  1. Garam
  2. Gula
  3. Asam (air asam)
  4. Daun Jeruk
  5. Daun Salam
  6. Sereh
  7. Air

Cara Memasak:

  1. Haluskan bumbu, tumis pada minyak panas. Masukkan daun jeruk, daun salam, dan sereh.
  2. Masukkan air, air asam, gula dan garam, tunggu hingga mendidih.
  3. Masukkan daging, tunggu hingga matang dan airnya menyusut.

Daging Lada Hitam

Daging Lada Hitam

Waktu Memasak: 15-20 menit

Bahan-bahan:

  1. Daging sapi
  2. Paprika

Bumbu:

  1. Bawang merah, iris tipis
  2. Bawang putih, iris tipis
  3. Garam
  4. Lada
  5. Minyak wijen
  6. Kecap manis

Pelengkap: taburan bawang goreng

Cara Memasak:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah & putih hingga harum.
  2. Masukkan daging sapi, tumis hingga setengah matang.
  3. Tambahkan garam, minyak wijen, kecap manis, dan lada.
  4. Jika daging telah matang, masukkan paprika.
  5. Taburi dengan bawang goreng