Diringkas dari Kajian Tafsir An-Naba oleh Ust. Firanda Andirja.

Ayat ini dibuka dengan sebuah pertanyaan “Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? (ayat 1)”. Untuk membahas tentang keraguan atau ketidakpercayaan orang-orang musyrik tentang hari kiamat. Mereka percaya bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Pencipta, yang mengatur segalanya, memberi rezeki, tetapi tidak mempercayai adanya hari akhir.
Ketika Nabi Muhammad menyampaikan bahwa akan datang hari akhir, manusia dibangkitkan kembali untuk ditanyai amalannya selama di dunia, mereka saling bertanya-tanya sesamanya. Bagaimana mungkin manusia yang sudah meninggal akan dibangkitkan lagi? Mereka pun mengingkari hari kebangkitan ini.
Maka berita besar yang Allah firmankan di ayat kedua adalah tentang hari kebangkitan setelah kematian. Dalam menyikapi berita besar yang disampaikan Rasulullah ini, sikap penduduk Mekah (saat itu) bermacam-macam (ayat 3). Ada yang percaya (orang muslim), ada yang masih ragu-ragu, dan bahkan ada yang mengingkarinya (orang musyrik).
Di ayat 4 dan 5, Allah meyakinkan orang-orang tersebut bahwa kelak mereka akan mengetahuinya. Allah menciptakan manusia, pastinya akan dimintai pertanggungjawabannya, bukan dibiarkan begitu saja. Maka karena itulah akan ada hari kebangkitan. Dalam hal ini, maka suatu perkara penting, mengimani adanya hari akhir, dimana setelah kematian akan datang hari dimana manusia akan dibangkitkan untuk dimintai tanggungjawab masing-masing.
Di ayat-ayat selanjutnya (6-16), Allah menunjukkan kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah sediakan untuk semuanya, termasuk peruntukkannya, manfaat, dll. Allah Maha Kuasa untuk menciptakan dan mengatur itu semua. Allah ingin menunjukkan hal-hal terkait penciptaan alam semesta kepada kaum musyrikin.
Dalam QS Ghafir: 57, Allah berfirman bahwa penciptaan alam semesta itu lebih besar daripada penciptaan manusia. Dan dalam surat An-Naba ini Allah menceritakan bahwa alam semesta ini diciptakan dalam kondisi siap dihuni manusia. Maka Allah ingin menunjukkan bahwa bukan hal sulit untuk Allah membangkitkan kembali manusia setelah meninggal nanti. Allah Maha Kuasa menciptakan dan mengatur urusan yang lebih besar, apalagi yang lebih mudah.
Allah menciptakan semua berpasangan, tidak hanya makhluk hidup, tetapi alam yang Allah ciptakan pun berpasangan. Allah menjelaskan fungsi alam yang diciptakanNya, dan hal-hal yang Allah ciptakan sebagai anugerah Allah untuk manusia.
Selanjutnya, dalam ayat 17-20, Allah menceritakan tentang hari kiamat, yang pasti akan datang. Allah sudah menetapkan kapan terjadinya hari kiamat. Ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Tiupan pertama, mematikan seluruh makhluk, tiupan kedua membangkitkan kembali. Allah akan membuka pintu-pintu langit. Allah menceritakan apa yang akan terjadi pada hari kiamat nanti.
Allah kemudian menyebutkan tentang neraka jahanam dan bagaimana kehidupan di dalamnya (21-25). Na’udubillahi min dzalik semoga kita tidak termasuk penghuninya. Allah jadikan neraka jahanam ini sebagai balasan setimpal untuk orang yang tidak taat kepada Allah dan mendustakan ayat-ayatNya (26-28). Semua Allah catat dan Allahlah sebaik-baik pemberi balasan yang setimpal (29). Kalimat yang sangat mengerikan Allah sampaikan di ayat 30 tentang azab, dan tidak ada kalimat yang lebih mengerikan dari ini.

Bagian terakhir, Allah memberikan gambaran tentang kaum mukmin dan surga yang menjadi balasannya (31-36). Bagaimana kondisi dan kenikmatan yang akan didapat kaum mukmin di surga.
Penutup surat (37-39), Allah menceritakan kembali tentang kondisi hari akhir. Saking dahsyatnya hari akhir, tidak akan ada yang berani bicara, bahkan para nabi dan malaikat sekalipun, kecuali yang diizinkan oleh Allah. Maka, carilah jalan yang benar menuju Allah, jangan sampai menyesal di hari kiamat. Seperti penyesalan orang kafir di ayat 40 ” Seandainya waktu dulu aku hanyalah tanah”.